Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo

Kabupaten Gorontalo Siap Jadi Lokasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

secara daring melalui zoom meeting, dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Drs. Jenderal Tito Karnavian, Senin (21/04/2025).

LIMBOTO – Asisten II Sekda Kabupaten Gorontalo Darwin Romy Sjahrain mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo siap menyelenggarakan sekolah rakyat. Menurut Romy, Pemerintah Daerah telah melakukan rapat koordinasi internal menyangkut peninjauan calon lokasi dan penyiapan dokumen pendukungnya.

“Kami sudah mengidentifikasi lahan yang clear and clean sesuai arahan Mendagri, dan ini menjadi syarat utama agar proposal pembangunan Sekolah Rakyat bisa ditindaklanjuti,” jelas Romy.

Ia mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, yang digelar setiap minggu oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara daring melalui zoom meeting, dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Drs. Jenderal Tito Karnavian, Senin (21/04/2025).

Penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto.

Disamping itu, Dr. Romy Sjahrain juga menyampaikan, data BPS menyebut, Kabupaten Gorontalo, pasca-lebaran terjadi peningkatan inflasi di atas 2% yang dipicu lonjakan kebutuhan komoditas.

Menyikapi hal ini, kata dia, Pemerintah Daerah terus berupaya mengendalikan harga kebutuhan pokok melalui berbagai langkah strategis, termasuk operasi pasar agar masyarakat tetap mendapatkan harga yang wajar.

“Kami tidak tinggal diam. Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menyusun dan menjalankan strategi pengendalian inflasi, termasuk menjaga stabilitas harga komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Romy.

Saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo siap ditetapkan sebagai salah satu penerima program strategis nasional karena sejalan dengan visi Bupati H. Sofyan Puhi dan Wabup Tony S. Junus dalam mewujudkan lembaga pendidikan unggul dan inovatif untuk generasi masa depan.

Laporan: Priyo Hanapi
Editor: Zulkifli Mile